Akhir-akhir ini, mata uang Brics memang menjadi perbincangan banyak orang di berbagai media sosial. Hal tersebut karena Indonesia akan meninggalkan transaksi menggunakan USD dan beralih pada mata uang satu ini. Mungkin bagi orang awam masih terlalu asing dengan istilah Brics.

Apa dampak yang akan terjadi setelah Indonesia bergabung dengan Brics? Semua akan kami jelaskan semuanya di sini. Negara yang tergabung dalam blok mata uang ini juga tidak sedikit. Tujuannya, mereka ingin membangun perekonomian negaranya lebih baik dan tidak bergantung dengan mata uang dari negara Paman Sam.

Pengertian dan Sejarah Tentang Mata Uang Brics

Mengenal Mata Uang Brics dan Manfaat Bagi Perekonomian

Sebelum membahas lebih jauh tentang mata uang ini, ada baiknya ketahui pengertian dan sejarahnya terlebih dulu. Sebab, masih banyak orang awam yang belum begitu mengenal tentang mata uang satu ini. Brics adalah sebuah singkatan dari Brazil, Rusia, India, China, dan South Africa. Pendirian Brics diprakarsai oleh Rusia, sementara untuk negara pendiri Brics ada Brazil, India, China, dan South Africa. Sejarah dari mata uang Brics ini terjadi pada tahun 2001 oleh seorang ekonom yang bernama Goldman Sachs Jim O’Neill.

Jika Anda belum tahu, awal pendirian sebenarnya hanya bernama Bric, tanpa adanya negara South Africa atau Africa Selatan. Kemudian, tahun 2010, South Africa akhirnya bergabung dengan Bric dan diubah namanya menjadi Brics. Bahkan media bernama Investopedia meyakini bahwa blok dari negara BRICS, nantinya akan menguasai perekonomian dunia pada tahun 2050.

Tujuan diadakannya mata uang Brics juga tidak main-main, yaitu berupaya untuk memajukan kerjasama ekonomi antar negara yang masuk anggota. Selain itu juga meningkatkan kedudukan ekonomi dan politik negara anggota di dunia. Bahkan anggota dari BRICS sendiri memiliki impian untuk membangun tatanan dunia yang lebih adil dalam perekonomian dan keuangan global.

Sebab, hingga saat ini masih didominasi dengan negara-negara maju. Apalagi tatanan dari barat seperti Amerika Serikat, International Monetary Fund (IMF), dan bank dunia. Untuk mewujudkan seluruh impiannya, pada tahun 2015, Brics telah mendirikan bank pembangunan baru. Lembaga ini terinspirasi dari Bank Dunia. Bahkan kini telah menyetujui pinjaman sampai 30 miliar USD.

Negara-Negara yang Bergabung dengan Blok Mata Uang Brics

Mata uang ini memang dikenal untuk negara-negara seperti Brazil, Rusia, India, China, dan South Africa. Tapi ada beberapa negara lainnya yang turut serta ke dalam blok ini. Kurang lebih, sekitar 19 negara telah tertarik untuk masuk ke dalam kelompok ini. 13 Diantaranya meminta bergabung termasuk Arab Saudi dan Irak. Berita terbaru, Arab Saudi kini telah sah bergabung dengan Brics pada hari Selasa, 2 Januari 2024 yang lalu.

Tidak hanya Arab Saudi, 4 negara lainnya juga turut masuk. Masuknya Arab Saudi ke BRICS sendiri saat kondisinya sedang mengalami ketegangan pad Geopolitik dengan AS dan China. Terlebih lagi, pengaruh negara China terhadap kerajaan tersebut cukup besar. Sebab, negara Panda tersebut merupakan pelanggan minyak terbanyak dari Arab Saudi. Selain itu, Rusia masih bergabung ke dalam blok negara mata uang Brics. Meski masih terlibat konflik dengan Ukraina pada tahun 2022 hingga sekarang.

Rusia tetap bergabung. Bahkan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antara negara Brics, Presiden Rusia, yaitu Vladimir Putin turut hadir. Pertemuan tersebut diketahui dilakukan secara daring pada tahun lalu. Memang, selain 5 negara inti yang masuk dalam Brics, masih ada 19 negara yang tertarik untuk bergabung. Arab Saudi sudah sah bergabung di tahun 2024.

Sementara itu, negara lainnya, seperti Argentina, Aljazair, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain dan Indonesia juga menunjukkan ketertarikannya. Dan selain itu ada dua negara lainnya, yaitu Afrika Timur dan Barat. Kenapa saat ini banyak negara yang ingin masuk ke Brics? Alasan utama karena pengaruh diplomatiknya. Selain itu juga dapat membuka peluang serta investasi yang menguntungkan.

Manfaat Mata Uang Brics Jika Indonesia Telah Bergabung

BRICS disebut-sebut berulang kali karena Indonesia memang ada niatan untuk bergabung ke dalamnya. Mengenai berita ini, tentu saja ada pro dan kontranya. Di sisi lain, masyarakat awam juga tidak begitu tahu, apa manfaat dari BRICS dan dampak positif apa jika Indonesia bergabung ke dalamnya. Manfaat mata uang Brics pertama, jika Indonesia bergabung dengan BRICS, akan mengurangi ketergantungan dengan mata uang dolar Amerika dalam perdagangan internasional.

Karena mampu mengurangi penggunaan USD, untuk itulah valuasi mata uang dalam negeri semakin meningkat dan pola perdagangan semakin baik. Manfaat selanjutnya, tentu akan mempermudah proses perdagangan internasional. Hal ini merupakan kesempatan bagus agar pebisnis di Indonesia memperluas jangkauan penjualannya.

Dan terakhir, dengan tujuan kelompok negara BRICS, ketika Indonesia bergabung, tentu saja mampu mengubah tatanan keuangan menjadi lebih baik lagi. Untuk bisa mencapai kesepakatan, memang perlu proses yang cukup panjang. Indonesia kemungkinan bisa masuk, tapi perlu menunggu juga. Dengan menggunakan mata uang Brics, Indonesia berharap bisa meminimalisir penggunaan USD untuk perdagangan global.